
Jakarta, CNBC Indonesia – Moskow menghadapi pukulan besar setelah serangan drone Ukraina menghantam pangkalan udara strategis Engels-2 di wilayah Saratov. Serangan ini memicu ledakan dahsyat dan kebakaran besar yang menyebabkan kerusakan serius pada sejumlah rumah di sekitar pangkalan.
Sebagai respons, pemerintah Rusia mendeklarasikan keadaan darurat di wilayah tersebut.
Pangkalan Engels-2 merupakan fasilitas militer penting yang menjadi rumah bagi pembom strategis Rusia, Tu-95 dan Tu-160, yang digunakan untuk serangan rudal terhadap Ukraina. Sumber dari Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengonfirmasi bahwa serangan ini dilakukan oleh Dinas Keamanan Ukraina (SBU) dan Pasukan Operasi Khusus Angkatan Bersenjata Ukraina.
“Fasilitas militer ini digunakan oleh Rusia untuk melancarkan serangan rudal ke wilayah Ukraina dan melakukan serangan teroris terhadap penduduk sipil,” demikian pernyataan resmi dari Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina, dikutip dari Newsweek, Jumat (21/3/2025).
Serangan ini bukan pertama kalinya menargetkan Engels-2. Namun, skala kehancuran kali ini tampaknya jauh lebih besar dibandingkan dengan insiden sebelumnya.
Rekaman dari lokasi kejadian menunjukkan kepulan asap besar membubung dari pangkalan, sementara api berkobar hebat. Beberapa video juga memperlihatkan rumah-rumah yang hancur akibat ledakan, dengan atap yang tercerabut dan terhempas ke jalan.
Gubernur Wilayah Saratov, Roman Busargin, menyatakan bahwa serangan ini telah merusak 30 rumah warga. “Evakuasi dilakukan di area sekitar untuk alasan keamanan,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Selain itu, menurut pejabat Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Andriy Kovalenko, serangan ini juga menghancurkan sejumlah rudal Rusia, termasuk rudal jelajah Kh-101 yang kerap digunakan untuk menyerang Ukraina.
“Di Engels, Rusia kehilangan beberapa rudal akibat serangan ini. Jumlah pastinya akan diketahui nanti. Pangkalan ini menyimpan sebagian besar rudal yang digunakan oleh penerbangan strategis Rusia untuk menyerang Ukraina,” tulisnya di kanal Telegram pada Kamis.
Sementara itu, sumber dari SBU mengatakan bahwa operasi ini merupakan bagian dari strategi Ukraina untuk menghancurkan target-target militer Rusia yang sah.
“SBU dan mitranya terus bekerja dengan presisi tinggi terhadap fasilitas militer utama Federasi Rusia. Operasi semacam ini mengurangi kemampuan musuh untuk meneror kota-kota Ukraina dengan serangan rudal,” ungkap sumber tersebut kepada media Ukraina.
Pemerintah Rusia, yang selama ini jarang mengakui serangan terhadap instalasi militernya, akhirnya mengumumkan keadaan darurat di wilayah Saratov. Pengakuan ini menandakan betapa seriusnya dampak serangan tersebut terhadap fasilitas pertahanan Rusia.
Menyusul insiden ini, Komite Investigasi Rusia telah meluncurkan penyelidikan untuk mengusut lebih lanjut bagaimana serangan ini dapat terjadi. Meski begitu, otoritas Rusia belum memberikan rincian mengenai langkah balasan yang akan diambil terhadap Ukraina.
Gubernur Saratov, Busargin, juga menyampaikan bahwa seluruh layanan darurat tetap siaga tinggi untuk menangani dampak serangan ini.
“Pihak berwenang kota, bekerja sama dengan departemen terkait, sedang mendokumentasikan semua kerusakan pada infrastruktur sipil guna mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” ujarnya.
Next Article Ukraina Kejutkan Pasukan Putin, Pabrik Bahan Peledak Rusia Dibombardir