by admin admin No Comments

Erick Thohir Ungkap Beban Harian Garuda hingga Solusi Jangka Panjang

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan PT Garuda Indonesia(Persero) Tbk. dalam situasi Covid-19 ini teramat berat. Karena, kata dia, sudah struktur keuangannya jelek, karena ada kasus korupsi, di mana leasing pesawat termahal di dunia.   

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan kalau saat ini cashflow Garuda sudah minus. Karena itu Garuda kata dia, sudah harian hidupnya.

“Mohon maaf saya ngomong gini bukan nakut-nakutin para penumpang atau tim yang di Garuda, ini saya tidak mau dusta. Tapi saya yakinkan maintenance garuda itu kami tidak ada yang dikurangi, karena bisnisnya penerbangan ini adalah bisnis keselamatan,” kata Erick.

Karena itu, Erick Thohir mengatakan saat ini Kementerian BUMN benar-benar mau merapihkan Garuda. Dia menegaskan Garuda akan fokus pasar domestik, menekan biaya di lessor, sekalian mulai mereviu beberapa utang.

BACA: Jelaskan Soal Vaksin Gotong Royong Individu, Erick Thohir: Jangan Suudzon Dulu

 

HENDARTYO HANGGI


Lihat Juga


by admin admin No Comments

Menko Luhut Minta Buruh Sehari Kerja dan Sehari di Rumah

Jakarta, CNBC Indonesia– Pada hari ke-11 penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, tren mobilitas penduduk di seluruh provinsi se-Jawa dan Bali mulai mengalami penurunan.

Menyikapi hal ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan meminta agar jam kerja bagi para buruh atau pekerja ditata ulang.

“Untuk angka (mobilitas masyarakat) kita hari ini cukup bagus, kesembuhan semakin meningkat, artinya wilayah dengan Zona Hitam berubah ke Merah, Zona Merah menjadi Zona Kuning, nah itu cukup banyak hari ini. Namun masih ada yang perlu menjadi perhatian, salah satunya para buruh yang di mana industri ini masih banyak merahnya. Kalau bisa saya usul jadwal kerja mereka diperketat,” kata Menko Luhut saat memimpin Rapat Koordinasi secara virtual, Selasa (13-07-2021).


Pengetatan PPKM Darurat ini menurutnya diharapkan dapat segera menekan laju penularan Virus Corona sehingga para pekerja atau tenaga buruh dapat segera bekerja dengan normal.

Oleh karenanya, Menko Luhut mengusulkan kepada Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah agar menerapkan mekanisme sehari kerja sehari di rumah.

“Kalau seharusnya dia bekerja sebulan 30 hari, ini jadi 15 hari. Jadi sehari di rumah, sehari di tempat kerja. Ini juga pada prinsipnya untuk menghindari para pekerja/buruh tersebut ‘dirumahkan’,” ungkap Menko Luhut.

Namun demikian, agar perusahaan tidak menafsirkan WFH tanpa upah bagi pekerja, dia mengingatkan kepada Menaker agar dibuat regulasi yang jelas. “WFH dan dirumahkan harap bikin saja dengan jelas, sehingga nanti bisa diterjemahkan melalui peraturan menteri atau surat edaran instruksi dari Mendagri. Jadi tidak ada penafsiran macam-macam,” tegasnya.

Selain itu, agar lebih mengoptimalkan pencegahan penularan Covid-19, sejumlah 50 persen pekerja atau buruh yang masuk bekerja, jam makan siangnya perlu diatur. Tujuannya, agar jam makan siang tidak bersamaan.

“Jadi jangan sampai mereka itu makan siang bersama-sama, menimbulkan kerumunan. Intinya jam makan diperhatikan, jangan sampai bertemu makan bareng. Saya serahkan ini ke Menaker Ida,” tegasnya.

Sejalan dengan arahan Menko Luhut, sebelumnya Menaker Ida Fauziyah telah menerbitkan Surat Edaran (SE) yang ditujukan kepada seluruh gubernur untuk mengimbau kepada pengusaha atau pemimpin perusahaan agar mengoptimalkan pelaksanaan SE Nomor M/7/AS.02.02/V/2020.

“Tidak kalah penting tentang rencana keberlangsungan usaha dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan protokol pencegahan penularan Covid-19 di perusahaan. Juga agar mematuhi PPKM Darurat,” jelas Menaker Ida.

Lebih lanjut, dia menjelaskan pengusaha atau pimpinan perusahaan juga dihimbau agar mendorong dan memberikan kesempatan atau memfasilitasi pekerja/buruh untuk mengikuti vaksinasi, juga mengupayakan penyediaan masker, perlengkapan kesehatan secara rutin bagi pekerja/buruh serta mengoptimalkan sarana layanan kesehatan di perusahaan bila sudah ada.

“Bahkan kami juga sampaikan ke perusahaan-perusahaan jika memungkinkan untuk memberikan sarana isolasi mandiri jika ada pekerjanya yang terpapar covid,” pungkas Menaker Ida.

Hadir dalam rakor virtual untuk membahas Dampak PPKM Darurat Terhadap Aspek Tenaga Kerja ini antara lain Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala BNPB Ganip Warsito, serta beberapa pejabat terkait.

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)

by admin admin No Comments

Anggota Komisi VI: Perlu upaya serius selamatkan Garuda Indonesia

Itu sebabnya mesti dicari upaya lain yang lebih baik, cerdas dan konkret….

Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi VI DPR RI Marwan Jafar mengatakan perlu upaya serius dalam upaya penyelamatan BUMN penerbangan Garuda Indonesia dari berbagai persoalan yang tengah dihadapi, mulai dari persoalan sewa pesawat, tingginya biaya operasional, hingga terpukul akibat pandemi COVID-19.

“Itu sebabnya mesti dicari upaya lain yang lebih baik, cerdas dan konkret. Misalnya, langkah mengakuisisi perusahaan penerbangan Citilink melalui program holding, kemungkinan Garuda Indonesia akan mampu mempertahankan bisnis penerbangan yang makin sengit persaingannya,” ujar Marwan Jafar lewat keterangannya di Jakarta, Selasa.

Untuk itu, lanjut Marwan, tak ada cara lain kecuali harus menyehatkan beberapa aspek vital dan strategis di tubuh perusahaan penerbangan kebanggaan bangsa itu.

Baca juga: Garuda Indonesia buka penerbangan Banda Aceh-Medan

Menurut Marwan, konsekuensi dari program restrukturisasi di perusahaan burung besi itu akan berdampak pada penurunan jumlah pesawat milik Garuda yang sangat signifikan.

Kendati demikian, Garuda Indonesia diharapkan tetap dapat menjaga tingkat ketersediaan pasokan (supply) pesawat yang siap terbang setiap saat.

“Pada gilirannya proses bisnis recovery atau pemulihan penyehatan perusahaan diprediksi bakal melambat pula,” ujar Marwan.

Baca juga: Garuda sesuaikan layanan operasional penerbangan selama PPKM darurat

Tanpa melakukan upaya-upaya serius dan keras, lanjut Marwan, upaya pemulihan Garuda Indonesia akan sulit diwujudkan.

Mantan Menteri Desa-PDTT tersebut merekomendasikan agar Garuda menggenjot jumlah pengangkutan baranf (cargo), mengingat jumlah penumpang di masa pandemi COVID-19 menurun drastis.

“Terkait hal ini, ada info yang perlu diklarifikasi, bahwa manajemen dan akuntansi di lini ini juga mengalami kerugian. Jika benar, maka pembenahan di cargo Garuda tak luput mesti dipulihkan segera,” pungkas Marwan.

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

by admin admin No Comments

Kasus Covid-19 Sedang Menggila, Menko Airlangga Justru Terbang ke Singapura

Suara.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan kerja selama 2 hari ke Singapura mulai 13 Juli hingga 14 Juli 2021.

Kunjungan kerja ini dilakukan Menko Airlangga di tengah kian memburuknya kasus positif Covid-19 di tanah air. Berdasarkan data hari ini saja sebanyak 47.899 orang terkonfirmasi positif tertinggi semenjak pandemi melanda Indonesia.

Dalam keterangan persnya, Selasa (13/7/2021) Menko Airlangga dalam kunjungan kerja ini akan mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Wakil Perdana Menteri Singapura yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kebijakan Ekonomi Heng Swee Keat, Menteri Senior dan Menteri Koordinator Bidang Sosial Tharman Shanmugaratnam, Menteri Luar Negeri Dr Vivian Balakrishnan, serta Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Kedua Dalam Negeri, dan Menteri yang bertanggung jawab atas Smart Nation dan Cybersecurity Josephine Teo. 

Menko Airlangga juga dijadwalkan akan memimpin Pertemuan Tingkat Menteri Enam Kelompok Kerja Bilateral Singapura–Indonesia bersama Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong.

Baca Juga: Sinetron Ikatan Cinta Raih Penghargaan dari Menko Airlangga Hartarto

Fokus pembahasan dalam pertemuan ini adalah terkait perkembangan kerjasama bilateral di bidang ekonomi antara kedua negara terkait investasi, transportasi, pariwisata, pembangunan Kawasan Batam-Bintan-Karimun dan Kawasan Ekonomi Khusus lainnya, tenaga kerja dan agribisnis. 

Sejumlah isu bilateral penting dibahas dalam rangkaian pertemuan bilateral tersebut antara lain perkembangan hubungan bilateral khususnya di bidang investasi dan perdagangan, persiapan Leaders’ Retreat kedua negara, persiapan Presidensi G20 tahun 2022, keketuaan Indonesia di ASEAN pada 2023 dan perkembangan penanganan ekonomi di masa pandemi. 

Dalam kesempatan yang sama, Menko Airlangga juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dan bantuan medis dari Singapura untuk penanganan kasus Covid-19 yang meningkat beberapa minggu terakhir. 

Seperti diketahui, Singapura mengirimkan bantuan ventilator dan oksigen ke Indonesia.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Beri Penghargaan ke Sinetron Ikatan Cinta