by admin admin No Comments

Daftar lokasi rest area di sepanjang Pulau Jawa 2025

Jakarta (ANTARA) – Mudik Lebaran 2025 menjadi momen penting bagi seluruh masyarakat Indonesia yang melakukan perjalanan jauh untuk berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.

Di tengah perjalanan panjang, keberadaan rest area di sepanjang jalan tol Pulau Jawa menjadi fasilitas penting untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pemudik.

Rest area tidak hanya berfungsi sebagai tempat beristirahat bagi pengendara, tetapi juga tersedia berbagai fasilitas untuk memenuhi kebutuhan selama perjalanan, seperti pusat informasi, minimarket, dan SPBU.

Tahun ini, terdapat total 134 lokasi rest area yang tersebar di berbagai ruas tol Pulau Jawa, yakni Tol Trans Jawa sebanyak 68 titik, Jabodetabek sebanyak 6 titik, non-Trans Jawa sebanyak 16 titik, Trans Sumatera sebanyak 40 tiktik, Trans Kalimantan sebanyak 2 titik, dan Trans Sulawesi sebanyak 2 titik.

Baca juga: Daftar rest area di Tol Cipali dan fasilitasnya

Fasilitas rest area berdasarkan tipe

Rest area yang tersedia di sepanjang tol Pulau Jawa terbagi menjadi tiga tipe dengan fasilitas yang berbeda, yakni:

1. Fasilitas rest area tipe A

Fasilitas yang tersedia di tipe A yakni toilet pria wanita, ATM, klinik kesehatan, SPBU, mushola atau masjid, kios atau minimarket, bengkel, taman hijau, restoran, dan tempat parkir. Rest area ini merupakan tipe tertinggi.

2. Fasilitas rest area tipe B

Fasilitas yang tersedia di tipe B yakni toilet pria wanita, ATM, musholla atau masjid, restoran, ruang terbuka hijau, tempat parkir, dan kios atau minimarket.

3. Fasilitas rest area tipe C

Fasilitas yang tersedia di tipe C yakni toilet pria wanita, mushola atau masjid, minimarket atau kios, dan tempat parkir.

Baca juga: PLN pastikan kesiapan infrastruktur dan keandalan kelistrikan

Lokasi rest area di Pulau Jawa

1. Jakarta-Cikampek

Tipe A: KM 19, KM 33, KM 57, KM 40

Tipe B: KM 62, KM 42, KM 6, KM 32, KM 71

2. Cikampek–Palimanan

Tipe A: KM 86, KM 102, KM 130, KM 166

Tipe B: KM 86, KM 101, KM 130, KM 164

Baca juga: Daftar SPKLU di rest area tol Trans Jawa untuk perjalanan libur Nataru

3. Tangerang–Merak

Tipe A: KM 68, KM 68, KM 42, KM 45

4. Jakarta–Tangerang

Tipe A: KM 13, KM 14

5. Jagorawi

Tipe A: KM 10, KM 45, KM 21, KM 36

Tipe B: KM 38

6. Purbaleunyi

Tipe A: KM 72, KM 88, KM 147, KM 72, KM 88, KM 97, KM 125, KM 149

7. Kanci-Pejagan

Tipe A: KM 228, KM 229

8. Palimanan-Kanci

Tipe A: KM 207, KM 206

Baca juga: Pengelola Tol Cipali: Waspadai peningkatan arus di puncak arus balik

9. Pejagan-Pemalang

Tipe A: KM 260, KM 282

Tipe B: KM 287, KM 252, KM 275, KM 294

10. Pemalang-Batang

Tipe A: KM 319

Tipe B: KM 338, KM 344

11. Semarang ABC

Tipe B: KM 424

12. Semarang-Solo

Tipe A: KM 429

Tipe B: KM 429, KM 456, KM 487

13. Batang-Semarang

Tipe A: KM 379, KM 360, KM 389

Tipe B: KM 391

Baca juga: PT CCT bangun rest area di KM 63 Tol Cimanggis-Cibitung

14. Mojokerto-Surabaya

Tipe A: KM 725, KM 726

15. Solo-Ngawi

Tipe A: KM 519, KM 538, KM 575

Tipe B: KM 519, KM 538, KM 575

16. Ngawi-Kertosono

Tipe A: KM 597, KM 626, KM 640

Tipe B: KM 597, KM 626, KM 640

17. Surabaya-Gempol

Tipe A: KM 26, KM 25

18. Gempol-Pasuruan

Tipe A: KM 792

19. Pasuruan-Probolinggo

Tipe B: KM 819, KM 833

Baca juga: Daftar 53 SPKLU di rest area tol Trans jawa untuk mudik Lebaran 2025

Baca juga: Hutama Karya sediakan 31 rest area dukung kelancaran mudik Lebaran

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2025

by admin admin No Comments

Perbedaan SPKLU dan SPLU: Fungsi dan cara penggunaannya

Jakarta (ANTARA) – Dalam era transportasi elektrik dan kemajuan teknologi, banyak istilah baru yang muncul terkait dengan sumber daya listrik, diantaranya yakni SPKLU dan SPLU.

Kedua fasilitas ini berhubungan dengan penyediaan listrik bagi masyarakat, tetapi memiliki fungsi yang berbeda.

SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) digunakan khusus untuk mengisi daya kendaraan listrik, sementara SPLU (Stasiun Penyedia Listrik Umum) disediakan untuk kebutuhan listrik umum.

Lalu, apa perbedaan detail antara keduanya? Berikut penjelasannya.

Baca juga: Daftar 53 SPKLU di rest area tol Trans jawa untuk mudik Lebaran 2025

Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)

Fasilitas ini dirancang khusus untuk mengisi daya baterai kendaraan listrik seperti mobil dan bus listrik.

SPKLU pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2019 sebagai pendukung kebutuhan pengisian daya untuk kendaraan listrik.

Dengan kapasitas daya yang bervariasi antara 22 kW hingga 150 kW, SPKLU dapat melakukan pengisian daya yang lebih cepat, hemat waktu, dan praktis bagi masyarakat.

SPKLU biasanya terletak di lokasi strategis seperti pusat perbelanjaan, area parkir umum, dan tempat-tempat lain yang sering dikunjungi oleh pemilik kendaraan listrik.

Selain itu, SPKLU juga dilengkapi dengan berbagai jenis konektor pengisian yang digunakan kendaraan listrik di Indonesia, seperti AC charging, DC charging CHAdeMo dan DC charging Combo tipe CCS2.

Baca juga: Sebaran lokasi SPKLU di Trans Sumatera untuk mudik 2025

Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU)

Fasilitas ini diperkenalkan lebih awal pada tahun 2016 dan awalnya ditujukan untuk menyediakan sumber daya listrik bagi berbagai perangkat elektronik dan peralatan usaha kecil seperti pedagang kaki lima.

SPLU memiliki kapasitas daya yang lebih rendah dibandingkan SPKLU, yaitu antara 5,5 kW hingga 22 kW. Selain itu, insfratruktur ini memiliki model seperti standing/tower, hang/wall mount, hook/pole mount, dan stall/pedestal.

Stasiun pengisian listrik ini banyak ditempatkan di trotoar, taman kota, atau area publik lainnya, sehingga mempermudah akses listrik bagi masyarakat secara umum.

SPLU juga dapat digunakan untuk mengisi daya baterai kendaraan listrik ringan seperti sepeda motor listrik, tetapi tidak dirancang untuk kendaraan listrik yang lebih besar yang memerlukan daya lebih tinggi.

Baca juga: Tips mudik aman dengan mobil listrik untuk Idul Fitri 2025

Perbedaan SPKLU dan SPLU

Perbedaan utama antara SPKLU dan SPLU terletak pada tujuan penggunaannya. SPKLU dikhususkan bagi pemilik kendaraan listrik dan menggunakan listrik berdaya besar dengan tegangan tinggi.

Sementara itu, SPLU menyediakan akses listrik sementara dengan daya lebih kecil dan standar tegangan PLN, sehingga bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan umum di luar ruangan.

Dari segi pembayaran, SPKLU menggunakan sistem pembayaran digital melalui aplikasi Charge.IN, sedangkan SPLU menggunakan sistem beli token listrik di PLN atau merchant resmi.

Kedua fasilitas ini memiliki manfaat yang signifikan dalam mendukung perkembangan infrastruktur listrik modern di Indonesia.

Dengan semakin banyaknya kendaraan listrik di Indonesia, ketersediaan SPKLU menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas yang lebih ramah lingkungan.

Sementara itu, SPLU memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan listrik secara legal dan fleksibel, terutama bagi mereka yang membutuhkan listrik di lokasi yang belum memiliki instalasi listrik permanen.

Baca juga: Mengenal SPKLU, tipe teknologi dan tata cara penggunaannya

Cara menggunakan SPKLU dan SPLU

Selain perbedaan dalam fungsi dan kapasitas daya listrik, cara penggunaan SPKLU dan SPLU juga memiliki perbedaan. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam menggunakan SPKLU dan SPLU yang perlu Anda ketahui.

Tata cara menggunakan SPKLU

  1. Download aplikasi Charge.IN melalui perangkat selular
  2. Bikin akun dan isi saldo di aplikasi untuk melakukan pembayaran.
  3. Pilih lokasi SPKLU yang tersedia dan terdekat dari posisi pengemudi.
  4. Setelah berada di lokasi SPKLU, sambungkan gun charger ke kendaraan listrik.
  5. Buka aplikasi Charger.IN, lalu klik menu “Charging”, pindai barcode ke konektor charger, dan pilih jumlah kWh yang ingin diisi.
  6. Klik konfirmasi pengisian dan tunggu hingga proses pengisian selesai. Jika sudah selesai, cabut kabel pengisi daya dari kendaraan.

Tata cara menggunakan SPLU

  1. Cari SPLU yang tersedia di sekitar lokasi Anda.
  2. Catat nomor seri meter yang berada di kotak SPLU.
  3. Bawa kartu e-money dan beli token listrik melalui PLN atau mitra resmi.
  4. Masukkan kode token ke meteran SPLU atau tempelkan kartu e-money di kotak pindai.
  5. Gunakan listrik sesuai kebutuhan, lalu matikan perangkat setelah selesai

Baca juga: Dirut PLN pastikan ada SPKLU pengisian cepat pada tiap rest area 

Baca juga: Kiat aman menggunakan kendaraan listrik saat mudik lebaran

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2025

by admin admin No Comments

Mengenal SPKLU, tipe teknologi dan tata cara penggunaannya

Jakarta (ANTARA) – Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) menjadi semakin krusial untuk masyarakat.

Dengan 800 unit SPKLU yang telah disediakan oleh pemerintah melalui PT PLN (Persero) pada tahun 2025, infrastruktur ini bertujuan untuk mendukung kemudahan para pemilik kendaraan listrik dalam mengisi daya baterai kendaraan mereka.

Baca juga: Daftar 53 SPKLU di rest area tol Trans jawa untuk mudik Lebaran 2025

Apa itu SPKLU?

Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) adalah fasilitas publik yang menyediakan layanan pengisian daya untuk kendaraan listrik, seperti mobil dan sepeda motor listrik.

Fungsi utama SPKLU mirip dengan stasiun pengisian bahan bakar konvensional, namun yang disalurkan adalah energi listrik untuk mengisi ulang baterai kendaraan.

Keberadaan SPKLU memastikan pengemudi kendaraan listrik dapat mengisi daya kendaraannya dengan mudah dan efisien, terutama saat berada di luar rumah atau dalam perjalanan jarak jauh.

SPKLU dilengkapi dengan berbagai jenis soket colokan yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan listrik yang ada. Di Indonesia, terdapat tiga tipe soket colokan listrik, yakni AC Charging, DC Charging CHAdeMo, dan DC Charging Combo tipe CCS2.

Pengisian daya di SPKLU biasanya memakan waktu antara 30 hingga 90 menit. Lama pengisian daya bisa berbeda-beda, tergantung pada kapasitas baterai, teknologi SPKLU, dan jenis kendaraan listrik yang digunakan.

Biaya pengisian daya di SPKLU dikenakan tarif maksimal Rp2.467/kWh. Namun, untuk layanan fast charging dan ultra fast charging, berlaku biaya tambahan sebesar Rp25.000 per pengisian untuk fast charging dan Rp57.000 per pengisian untuk ultra fast charging.

Baca juga: PLN siapkan 1.000 unit SPKLU di jalur Trans Jawa-Sumatera jelang mudik

Tipe teknologi SPKLU

SPKLU menggunakan beberapa tipe teknologi pengisian yang berbeda, tergantung pada kebutuhan dan kemampuan daya. Berikut adalah tipe-tipe teknologi yang tersedia.

  • Medium Charging: Teknologi ini memakai arus bolak-balik (AC) dan memiliki daya keluaran sekitar 7-22 kilowatt. Waktu yang dibutuhkan dalam pengisian sekitar 6-8 jam hingga daya penuh.
  • Fast Charging: Teknologi ini menggunakan arus searah (DC). Memungkinkan pengisian daya dengan keluaran lebih dari 22-50 kilowatt. Dengan teknologi ini, lama pengisian dapat lebih cepat sekitar 30-60 menit.
  • Ultra Fast Charging: Teknologi ini memiliki daya keluaran lebih dari 50 kilowatt dan arus daya searah (DC). Pengisian daya menggunakan teknologi ini bisa lebih cepat dibandingkan fast charging yakni sekitar 15-30 menit.

Baca juga: Sebaran lokasi SPKLU di Trans Sumatera untuk mudik 2025

Tata cara penggunaan SPKLU

Selain sudah banyak tersebar di berbagai titik wilayah, penggunaan SPKLU pun cukup mudah dan praktis. Umumnya, pengemudi dapat mengisi daya secara mandiri di SPKLU, tetapi di beberapa lokasi juga tersedia petugas yang melayani.

  1. Download aplikasi Charge.IN melalui Apps Store atau Play Store. Aplikasi ini digunakan untuk melakukan registrasi dan mengisi saldo elektronik.
  2. Setelah mengunduh aplikasi, pengguna harus mendaftar dan mengisi saldo elektronik untuk melakukan pembayaran.
  3. Selesai mendaftar dan bayar, aplikasi akan menampilkan lokasi SPKLU terdekat sesuai posisi pengemudi dan pilih lokasi.
  4. Setelah tiba di SPKLU, pengemudi dapat menyambungkan gun charger ke port pengisian kendaraan.
  5. Kemudian buka aplikasi Charge.IN, pilih menu “Charging”, pindai barcode pada konektor charger, dan pilih jumlah kWh yang ingin diisi. Lalu, konfirmasi pengisian.
  6. Tunggu hingga proses pengisian selesai. Proses ditandai dengan indikator pada konektor pengisian yang menyala.

Itulah penjelasan tentang SPKLU, tipe teknologi yang digunakan, dan cara pemakaiannya. Keberadaan SPKLU ini tidak hanya memudahkan pengisian daya listrik kendaraan, tetapi juga mendukung transisi menuju energi ramah lingkungan.

Baca juga: Tips mudik aman dengan mobil listrik untuk Idul Fitri 2025

Baca juga: Kiat aman menggunakan kendaraan listrik saat mudik lebaran

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2025

by admin admin No Comments

Deal! Putin Sepakat Gencatan Senjata Parsial 30 Hari dengan Ukraina

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Rusia Vladimir Putin menyetujui gencatan senjata terbatas terhadap infrastruktur energi Ukraina setelah percakapan telepon penting dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun, Putin menolak untuk berkomitmen pada gencatan senjata total selama 30 hari, yang sebelumnya telah disetujui oleh Ukraina.

Dalam pernyataan resminya, Putin memerintahkan militer Rusia untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina. Jika kedua pihak benar-benar menghormati kesepakatan ini, maka ini akan menjadi gencatan senjata parsial pertama sejak Rusia menginvasi Ukraina secara penuh pada Februari 2022.

Namun, Putin tetap menolak rencana Trump yang menginginkan penghentian penuh pertempuran selama 30 hari.

Trump, dalam unggahannya di platform Truth Social, menggambarkan percakapannya dengan Putin sebagai “sangat baik dan produktif.”

“Kami sepakat untuk melakukan gencatan senjata segera terhadap semua serangan yang menyasar infrastruktur energi dan memahami bahwa kami akan bekerja dengan cepat menuju gencatan senjata penuh dan, akhirnya, mengakhiri perang yang mengerikan ini,” katanya, sebagaimana dikutip dari The Guardian, Rabu (19/3/2025).

Negosiasi Perdamaian

Sementara itu, pemerintah AS mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa Washington dan Moskow telah menyepakati untuk memulai negosiasi terkait “implementasi gencatan senjata maritim di Laut Hitam, gencatan senjata penuh, dan perdamaian permanen.” Negosiasi ini akan segera dimulai di Timur Tengah, menurut pernyataan Gedung Putih.

Namun, Kremlin menyebut bahwa dalam percakapan selama dua setengah jam itu, Putin menegaskan adanya sejumlah masalah yang perlu diselesaikan sebelum perang dapat diakhiri. Beberapa isu yang menjadi perhatian Moskow termasuk bagaimana gencatan senjata akan ditegakkan serta kemungkinan bahwa hal ini akan memberikan kesempatan bagi Ukraina untuk memperkuat pasukannya dengan bantuan militer Barat.

Putin juga menegaskan bahwa penghentian total bantuan militer Barat ke Ukraina harus menjadi syarat utama dalam perundingan.

“Ditekankan bahwa penghentian bantuan militer asing dan intelijen ke Kyiv adalah syarat utama untuk mencegah eskalasi konflik dan menyelesaikannya melalui cara politik dan diplomatik,” kata pernyataan Kremlin.

Meskipun ada kesepakatan gencatan senjata parsial, tidak ada indikasi bahwa Putin akan mengubah tuntutan maksimalisnya terhadap Ukraina. Ia tetap bersikeras bahwa perundingan damai harus mempertimbangkan “keamanan hukum Rusia” dan penyebab awal dari konflik ini.

Beberapa tuntutan utama Rusia meliputi jaminan bahwa Ukraina tidak akan bergabung dengan NATO, demiliterisasi Ukraina, serta pengakuan atas empat wilayah yang dianeksasi Rusia pada 2022.

Sikap Rusia yang tetap mengedepankan tuntutan maksimal ini menempatkan Trump dalam posisi sulit, mengingat ia telah berjanji untuk mencapai gencatan senjata penuh selama 30 hari sebelum merancang kesepakatan perdamaian jangka panjang.

Sementara itu, Zelensky menyatakan bahwa ia berharap untuk berbicara langsung dengan Trump terkait hasil pembicaraan dengan Putin.

“Saya pikir akan lebih baik jika kami memiliki percakapan dengan Presiden Trump sehingga kami mengetahui secara rinci apa yang ditawarkan Rusia kepada Amerika atau sebaliknya,” kata Zelensky dalam konferensi pers daring.

Reaksi Dunia

Beberapa pemimpin dunia memberikan tanggapan mereka terhadap perkembangan ini. Kanselir Jerman, Olaf Scholz, dalam konferensi pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Berlin, menyebut penghentian serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina sebagai “langkah awal yang baik.”

Namun, ia menegaskan bahwa “tidak dapat ada kesepakatan tanpa Ukraina. Langkah berikutnya haruslah gencatan senjata total sesegera mungkin.”

Inggris juga menyambut baik “kemajuan yang dicapai oleh Presiden Trump menuju gencatan senjata,” tetapi menekankan bahwa negosiasi harus menghasilkan “perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Ukraina.”

Sementara itu, laporan dari media AS Semafor mengungkapkan bahwa Gedung Putih tengah mempertimbangkan untuk secara resmi mengakui Krimea sebagai wilayah Rusia sebagai bagian dari kesepakatan damai yang potensial. Washington juga disebut sedang membahas kemungkinan menekan PBB untuk melakukan hal yang sama.

Meskipun Trump optimis bahwa kesepakatan damai dapat segera tercapai, banyak pengamat tetap skeptis terhadap hasil yang akan dicapai.

(luc/luc)


Next Article Menanti Sentuhan ‘Magis’ Trump di Rusia-Ukraina, Perang Berakhir?