
Akibat dari meningkatnya kasus ini, pemerintah Bangladesh kemudian kembali memberlakukan lockdown ketat dengan menutup perkantoran, pusat perbelanjaan, dan transportasi umum selama 2 minggu sampai 5 Agustus mendatang. Sayangnya, puluhan ribu orang dari kota-kota besar telah telanjur bepergian pulang ke kampung halamannya.