
Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Investasi Bahlil Lahadalia realisasi investasi di luar Pulau Jawa makin dilirik oleh para investor. Pada Kuartal II-2021, investasi yang masuk di luar Pulau Jawa tercatat sebesar Rp 113,8 triliun atau naik 24,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat hanya mencapai Rp 91,3 triliun.
Bahlil menjelaskan realisasi investasi yang masuk di luar Jawa tersebut setara dengan 51% dari realisasi investasi sepanjang April-Juni 2021 yang sebesar Rp 223 triliun.
“Sejak kami jadi kepala BKPM waktu itu, memerintahkan agar mendorong investasi yang inklusif jangan mengurus yang besar besar saja, UMKM harus diurus dan jangan hanya urus investasi di Pulau jawa dan luar jawa. Kami konsisten jalankan itu,” jelas Bahlil dalam konferensi pers virtual, Selasa (27/7/2021).
Bahlil menjelaskan bahwa investasi di Pulau Jawa justru lebih rendah yakni sebesar Rp 109,2 triliun atau sebesar 49% dari realisasi investasi Kuartal II-2021.
Secara keseluruhan investasi di pulau Jawa selama semester I-2021 tercatat Rp 214,53 triliun atau meningkat 2,7% secara tahunan atau year on year (yoy), sedangkan investasi di luar Jawa mencapai Rp 228,23 triliun atau meningkat hingga 17,8% yoy.
Bahlil memastikan akan terus berkomitmen untuk mendorong investasi di luar Pulau Jawa dengan menggunakan berbagai strategi, misalnya saja dengan memberikan insentif yang lebih menarik kepada investor.
Dia juga menghimbau kepada daerah untuk tidak untuk bisa memberikan rasa aman kepada investor, misalnya dengan tidak secara serampangan meminta ‘jatah’ kepada investor untuk memuluskan berjalan investasi di daerah tersebut.
“Selesaikan persoalan persoalan mereka, izin diselesaikan dan berikan rasa keyakinan ekstensi dan stabilitas politik keamanan disana agar mereka berjalan,” katanya.
“Strateginya kita harus datangi satu satu kita yakinkan mereka kasih insentif, kasih izin, jangan ada palak-palak, kalau perusahaan datang sudah palak duluan ya susah mereka datang ke daerah,” kata Bahlil.
Menurutnya berbagai strategi dan upaya akan dilakukan pihaknya untuk menarik investasi di luar Jawa, pasalnya selama ini investor cenderung memilih investasi di pulau Jawa, dikarenakan infrastruktur yang sudah memadai. Bahlil menyebut hilirisasi industri juga akan digenjot di luar Jawa.
“Persoalan luar Jawa, strategi yang dibuat, dari awal saya sampaikan tentang transformasi ekonomi harus dilakukan hilirisasi dan hilirisasi selama ini mereka bangun hanya mohon maaf daerah daerah yang infra sudah bagus di pulau Jawa,” ujarnya.
[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)