by admin admin No Comments

Fahri Hamzah Diangkat Jadi Komisaris Bank BTN, Ini Profilnya

TEMPO.CO, Jakarta – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) 2025 yang diselenggarakan di Menara BTN, Jakarta, Rabu, 26 Maret 2025, nama Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Indonesia Fahri Hamzah muncul dalam daftar struktur jajaran komisaris dan direksi baru. Fahri menduduki posisi komisaris.

Ada sejumlah pejabat yang masuk dalam jajaran komisaris BTN yaitu Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) Suryo Utomo mengisi posisi Komisaris Utama, dan Asisten Deputi Bidang Manajemen Risiko dan kepatuhan di Kementerian BUMN Dwi Ary Purnomo mengisi posisi Wakil Komisaris Utama.

Sebelum menjabat sebagai Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Indonesia, Fahri Hamzah lama menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Fahri juga dikenal sebagai tokoh yang telah malang melintang di dunia perpolitikan. Manuvernya di dunia perpolitikan telah membawanya pada jabatan-jabatan strategis. Ia juga dikenal sebagai politikus yang kontroversial dengan berbagai pernyataannya di publilk.

Berdasarkan situs pribadi miliknya, Fahri menempuh pendidikan di Fakultas Pertanian Universitas Mataram pada 1990 hingga 1992, namun akhirnya memilih masuk Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1992.

Di Universitas Indonesia (UI), karier aktivis Fahri mulai berkembang. Ia terlibat dalam berbagai organisasi mahasiswa dan menjadi ketua umum Forum Studi Islam di fakultasnya. Kegiatan aktivisnya semakin berkembang saat ia menjadi ketua departemen penelitian dan pengembangan di senat mahasiswa universitas pada periode 1996–1997.

Sepanjang perjalanan politiknya, Fahri Hamzah juga menghadapi berbagai kontroversi. Salah satu yang mencuat adalah terkait dana nonbujeter Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) yang ia terima pada tahun 2007 dari Rokhmin Dahuri, Menteri Kelautan saat itu. Meski sempat mendapat kritik dan pengawasan ketat, investigasi akhirnya membuktikan kebersihannya dari tuduhan tersebut.

Selain itu, Fahri Hamzah juga pernah mengusulkan pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2011. Usulan ini kontroversial ini mendapat berbagai respons terutama dari aktivis antikorupsi.

Antara berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

by admin admin No Comments

Etika berkendara untuk hindari masalah lalu lintas saat mudik Lebaran

Jakarta (ANTARA) – Tak terasa, Hari Raya Idul Fitri 2025 sudah semakin dekat. Tradisi mudik yang dinanti-nantikan setiap tahun kembali hadir, membawa kebahagiaan sekaligus tantangan saat di perjalanan.

Menghadapi kondisi jalan yang padat, setiap pengemudi perlu bersikap sabar dan bertanggung jawab. Tidak hanya memastikan kendaraan dalam kondisi prima, tetapi juga menerapkan etika berkendara agar perjalanan tetap aman dan nyaman hingga sampai di kampung halaman.

Mulai dari patuh terhadap lalu lintas, menghormati hak pengguna jalan lain, tidak ugal-ugalan, hingga menjaga emosi di tengah kemacetan, etika berkendara yang baik akan membuat pengalaman mudik lebih aman terhadap masalah dan keselamatan baik bagi diri sendiri maupun sesama pengendara lain.

Lantas apa saja etika yang perlu diterapkan oleh pengemudi saat berkendara di Hari Raya? Simak penjelasannya berikut ini, yang telah dilansir dari berbagai sumber.

Etika berkendara saat mudik Lebaran

1. Patuhi aturan lalu lintas

Selalu patuhi rambu-rambu lalu lintas, batas kecepatan, serta marka jalan. Jangan menerobos lampu merah atau melawan arus demi menghindari kemacetan, karena hal ini justru membahayakan diri sendiri dan orang lain.

2. Berkendara dengan sabar dan tidak ugal-ugalan

Mudik identik dengan kemacetan, jadi bersabarlah dalam perjalanan. Hindari menyalip sembarangan, zig-zag di jalan, atau memaksakan diri melaju dengan kecepatan tinggi, terutama di jalan yang padat.

3. Gunakan lampu isyarat arah dengan benar

Menyalakan lampu sein sebelum berbelok, berpindah jalur, atau menepi sangat penting untuk memberi tahu pengendara lain mengenai arah pergerakan kendaraan. Pastikan lampu sein dinyalakan setidaknya tiga detik sebelum melakukan manuver, sehingga pengguna jalan lain memiliki waktu untuk mengantisipasi. Pastikan juga lampu sein kendaraan dalam kondisi baik dan mudah terlihat.

Hindari penggunaan lampu sein secara berlebihan atau yang dapat membingungkan. Sementara itu, lampu hazard hanya boleh digunakan dalam keadaan darurat untuk memberi peringatan kepada pengendara lain.

4. Jangan berkendara dalam kondisi mengantuk atau lelah

Perjalanan jarak jauh sering kali membuat pengemudi merasa lelah atau mengantuk, yang dapat menurunkan konsentrasi dan refleks. Jika tubuh mulai terasa letih, sebaiknya segera mencari tempat istirahat yang aman dan nyaman. Memaksakan diri untuk terus mengemudi dalam kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain di jalan.

5. Membantu sesama pengendara

Ketika melihat pengemudi lain mengalami kendala, seperti kendaraan mogok atau kecelakaan kecil, berikan bantuan sebisa mungkin. Tindakan ini tidak hanya membantu sesama pengguna jalan tetapi juga dapat mencegah kemacetan yang lebih parah dan mengurangi risiko kecelakaan lanjutan.

6. Beri jalan untuk kendaraan darurat

Saat mendengar sirene atau melihat kendaraan darurat seperti ambulans dan mobil pemadam kebakaran, segera beri jalan dengan menepi ke sisi kiri. Nyalakan lampu sein sebagai tanda memberi ruang dan pastikan tidak menghalangi laju kendaraan tersebut. Mengutamakan kendaraan darurat adalah bagian dari kepedulian terhadap keselamatan sesama.

7. Menjaga kebersihan jalan dan kendaraan

Selalu buang sampah pada tempatnya dan hindari membuang sampah sembarangan di jalan. Gunakan kantong sampah dalam kendaraan agar tetap bersih dan nyaman selama perjalanan. Menjaga kebersihan tidak hanya mencerminkan kedisiplinan tetapi juga menjadi contoh baik bagi pengguna jalan lainnya.

8. Hindari menggunakan ponsel saat mengemudi

Fokus saat berkendara adalah hal yang utama. Menggunakan ponsel, baik untuk menelepon atau mengakses navigasi, dapat mengurangi konsentrasi dan meningkatkan potensi kecelakaan. Jika memang perlu menggunakan ponsel, berhentilah sejenak di tempat yang aman sebelum melakukannya.

9. Menghormati pengguna jalan lain

Jangan sembarangan berpindah jalur atau mengambil hak jalan pengguna lain, terutama di jalur yang sudah penuh. Beri kesempatan kepada pejalan kaki yang ingin menyeberang dan jangan menghalangi kendaraan dengan hak prioritas, seperti ambulans atau pemadam kebakaran yang sedang bertugas.

10. Kendalikan emosi saat berkendara

Kemacetan dan kondisi lalu lintas yang padat sering kali membuat emosi naik. Namun, tetaplah tenang dan jangan mudah terpancing oleh tindakan pengendara lain. Jika terjadi kesalahpahaman atau insiden kecil, selesaikan dengan kepala dingin agar tidak memperburuk keadaan di jalan.

Baca juga: Agar mudik lancar, begini cara menjaga daya tahan tubuh tetap prima

Baca juga: Tips mudik pakai Google Maps tanpa kuota internet agar hemat baterai

Baca juga: Polresta Palangka Raya sosialisasikan mudik aman selama Lebaran 2025

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2025

by admin admin No Comments

Kesaksian Kondisi Kesehatan Paus Fransiskus: Sudah di Ambang Kematian

Jakarta, CNBC Indonesia – Paus Fransiskus nyaris kehilangan nyawanya saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Gemelli, Roma, akibat pneumonia yang menyerang kedua paru-parunya. Situasi kritis ini membuat tim medis harus menghadapi pilihan sulit: membiarkan kondisi beliau memburuk atau terus berupaya menyelamatkannya dengan segala cara.

Hal ini diungkapkan oleh Sergio Alfieri, kepala tim medis yang menangani Paus, dalam sebuah wawancara dengan Corriere della Sera yang diterbitkan pada Selasa (25/3/2025).

Paus Fransiskus, yang berusia 88 tahun, menghabiskan lebih dari lima minggu di rumah sakit sebelum akhirnya diperbolehkan pulang pada Minggu (23/3/2025). Selama masa perawatan, beliau mengalami empat kali krisis pernapasan yang mengancam nyawanya.

Episode paling kritis terjadi pada 28 Februari, ketika beliau tanpa sengaja menghirup muntahannya sendiri, yang memperburuk kondisinya.

“Kami semua menyadari bahwa situasinya semakin memburuk dan ada risiko beliau tidak akan selamat,” ujar Alfieri.

“Kami harus memilih apakah akan menghentikan perawatan dan membiarkan beliau pergi, atau terus berjuang dengan segala obat dan terapi yang tersedia, meskipun risikonya sangat tinggi bagi organ lain.”

Keputusan untuk terus berjuang akhirnya diambil berkat dorongan dari perawat pribadi Paus, Massimiliano Strappetti, yang meminta tim medis untuk mencoba segala kemungkinan.

“Lakukan semuanya, jangan menyerah,” kenang Alfieri tentang perkataan Strappetti.

Paus Fransiskus sendiri sepenuhnya sadar akan bahaya yang dihadapinya dan kemungkinan bahwa beliau mungkin tidak akan bertahan melewati malam itu.

“Kami melihat seorang pria yang sedang berjuang melawan penderitaan,” kata Alfieri. “Namun sejak hari pertama, beliau ingin kami jujur kepadanya tentang kondisinya.”

Dalam momen-momen kritis itu, Alfieri menyaksikan keharuan di antara orang-orang di sekitar Paus. “Saya melihat air mata di mata beberapa orang yang, saya tahu, benar-benar mencintai beliau seperti seorang ayah.”

Setelah insiden pertama, Paus kembali mengalami serangan pernapasan yang serius, salah satunya terjadi saat beliau sedang makan. Lagi-lagi, muntahannya masuk ke paru-paru, semakin memperberat kerja organ vital tersebut.

“Dalam situasi seperti ini, jika tidak segera ditangani, seseorang bisa mengalami kematian mendadak,” kata Alfieri. “Itu adalah saat yang mengerikan, kami benar-benar berpikir bahwa beliau tidak akan bertahan.”

Namun, kesehatan Paus perlahan mulai membaik, dan pada 10 Maret, dokter menyatakan bahwa beliau tidak lagi dalam bahaya yang mengancam nyawa. Seiring dengan pemulihannya, beliau mulai bergerak dengan kursi roda di dalam bangsal rumah sakit dan bahkan sempat mentraktir pizza untuk seluruh tim medis yang telah merawatnya.

Meskipun kondisinya membaik, Paus Fransiskus memutuskan untuk segera kembali ke kediamannya di Casa Santa Marta, Kota Vatikan. Para dokter menyarankan agar beliau tetap menjalani masa pemulihan setidaknya selama dua bulan ke depan, dengan pengawasan medis ketat. Alfieri mengatakan bahwa tubuh Paus masih memerlukan waktu untuk benar-benar pulih.

Di tengah pemulihan Paus, kunjungan kenegaraan Raja Charles ke Vatikan yang semula dijadwalkan dalam dua minggu mendatang akhirnya ditunda atas kesepakatan bersama.

Keputusan ini diambil setelah adanya saran medis bahwa Paus memerlukan lebih banyak waktu untuk beristirahat. Meskipun kunjungan ke Vatikan dibatalkan, Raja Charles dan Ratu Camilla tetap akan melanjutkan kunjungan mereka ke Italia dengan beberapa perubahan dalam agenda perjalanan.

Saat ini, Paus Fransiskus tetap menjalani pemulihan dengan harapan agar dapat kembali menjalankan tugas-tugasnya sebagai pemimpin Gereja Katolik dalam kondisi yang lebih baik.

(luc/luc)


Next Article Paus Fransiskus dalam Kondisi Kritis, Ini Penjelasan Vatikan

by admin admin No Comments

Terpopuler Bisnis: Reaksi Pasar terhadap Struktur Kepengurusan Danantara, Pupuk Indonesia Revitalisasi Pabrik

TEMPO.CO, Jakarta – Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Selasa, 25 Maret 2025 dimulai dengan reaksi pasar usai CEO Danantara Rosan Roeslani mengumumkan struktur kepengurusan lengkap mulai dari managing director hingga dewan penasihat.

Kemudian informasi mengenai beberapa perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti BRI dan Bank Mandiri terpantau telah mengalihkan kepemilikan saham ke BKI.

Selain itu berita tentang Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengungkap rencana perusahaan yang akan merevitalisasi pabrik-pabrik dengan total anggaran mencapai Rp 116 tiriliun. Berikut adalah ringkasan dari ketiga berita tersebut:

1. Mengapa Pelaku Pasar Tetap Bereaksi Negatif Terhadap Danantara

Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Rosan Roeslani mengumumkan struktur kepengurusan lengkapnya pada Senin, 24 Maret 2025. Sejumlah tokoh global masuk tim kepengurusan Danantara, dari managing director human resources hingga dewan penasihat.

Nama-nama jajaran dewan penasihat menjadi perhatian karena semuanya diisi oleh warga negara asing. Salah satunya Thaksin Shinawatra yang pernah terjerat kasus korupsi setelah lengserdari jabatannya sebagai eks Perdana Menteri Thailand. Ada juga Ray Dalio dan Chapman Taylor, yang keduanya merupakan pengendali serta pendiri Global Hedge Fund yang berkantor di Amerika Serikat.

Baca berita selengkapnya di sini.

2. PT BKI Resmi jadi Holding Operasional Danantara, Perusahaan BUMN Mulai Alihkan Saham

CEO Danantara Rosan Roeslani mengumumkan PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI menjadi perusahaan induk (holding) operasional Danantara. Seiring mulainya konsolidasi, beberapa perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti BRI dan Bank Mandiri terpantau telah mengalihkan kepemilikan saham ke BKI.

Menurut Rosan, BKI dipilih karena dianggap sebagai perusahaan negara dengan keuangan yang paling sehat. “Parameter yang kami pilih adalah perusahaan-perusahaan yang paling sehat secara finansial. Kami sudah memutuskan memilih BKI,” ujarnya di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin, 24 Maret 2025.

Baca berita selengkapnya di sini.

3. PT Pupuk Indonesia Gelontorkan Rp 116 Triliun untuk Revitalisasi dan Bangun Pabrik

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengungkap rencana perusahaan yang akan merevitalisasi pabrik-pabrik dengan total anggaran mencapai Rp 116 triliun. “(Investasi) Rp 116 triliun itu adalah untuk merevitalisasi seluruh industri pupuk. Itulah yang dibutuhkan karena banyak pabrik kami yang sudah tua-tua,” kata Rahmad saat ditemui di Kompleks Parlemen DPR, Jakarta, Pada Senin, 24 Maret 2025.

Rahmad lalu menyebutkan sejumlah pabrik pupuk yang telah berdiri lama, mulai dari PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) yang menjadi paling tua karena beroperasi sejak tahun 1959. Ia kemudian mengurutkan pendirian pabrik lain dari PT Petrokimia Gresik pada 1972, PT Pupuk Kujang pada 1975 di Cikampek, PT Pupuk Kalimantan Timur 1977, dan PT Pupuk Iskandar Muda di tahun 1982. 

Baca berita selengkapnya di sini.