by admin admin No Comments

Video: Global Water Fund Jadi Prioritas Atasi Krisis Air Dunia

Bali, CNBC Indonesia – Global Water Fund menjadi prioritas pembahasan dalam World Water Forum ke-10 di Bali. Program yang melibatkan banyak negara ini, diharapkan bisa mengatasi adanya ketimpangan terhadap pembiayaan infrastruktur air dan sanitasi.

Simak informasi selengkapnya dalam program Evening Up CNBC Indonesia, Rabu (22/05/2024).

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini

by admin admin No Comments

Pemkot Kediri: Stan kuliner di gelaran WWF Ke-10 diminati turis 

kurang lebih ada 50 produk yang telah laku

Kediri (ANTARA) – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengungkapkan bahwa stan kuliner dari Kota Kediri yang menjual berbagai produk UMKM di gelaran WWF ke-10 di Bali, sangat diminati pembeli terutama turis.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kediri Edi Darmasto, Rabu mengemukakan dalam agenda WWF ke-10 ini, pihaknya berperan untuk memfasilitasi dan mempromosikan Produk UMKM asli dari Kota Kediri (Pusaka) melalui ajang ini.

“DPMPTSP membawa produk-produk asli Kota Kediri yakni ada 15 jenis produk UMKM dan produk ini sudah dipasarkan di swalayan nasional,” katanya di Kediri.

Ia mengatakan Pemkot Kediri menghadirkan stan-stan di ajang WWF ke-10 sebagai bentuk dukungan bahwa Kota Kediri berkomitmen untuk selalu menjaga sumber air bersih dan melestarikan biota air di Kota Kediri.

Sedangkan dalam sisi branding, pemkot ingin memperkenalkan produk-produk unggulan Kota Kediri yang nantinya bisa menambah peluang ekspor.

“Perlu diketahui ‘Pusaka’ merupakan upaya branding Pemkot Kediri melalui fasilitasi produk UMKM untuk bermitra dengan swalayan di seluruh Kota Kediri,” kata dia.

Baca juga: Kediri beri gagasan penanganan krisis air di World Water Forum Bali
Baca juga: Dirut Jasa Tirta II bangga bisa partisipasi di Expo WWF ke-10

Dalam ajang yang akan digelar selama delapan hari tersebut, Edi mengatakan bahwa animo pengunjung di stan kuliner yang dihadirkan Pemkot Kediri cukup tinggi. Hampir 90 persen pengunjung yang menyerbu stan kuliner Kota Kediri berasal dari turis mancanegara seperti Brazil, Australia, Jepang, Canada, dan Timur Tengah.

“Alhamdulillah animonya cukup baik. Tadi kami dapat pembeli dari para pengunjung asing atau turis mancanegara kurang lebih ada 50 produk yang telah laku. Bahkan terakhir dari Canada minta contact person ingin repeat order untuk dikirimkan ke Canada dengan produk sambal pecel,” kata dia.

Edi berharap agar stan Pusaka Kota Kediri diminati masyarakat Indonesia hingga mancanegara, sehingga pelaku usaha Kota Kediri semakin laris dan makmur.

“Harapan kami di event internasional ini seluruh produk dapat terjual serta dapat terpasarkan ke pembeli-pembeli di luar negeri,” kata dia.

Pemkot Kediri membuka tiga stan di event WWF Ke-10 di Bali yakni stan kuliner, stan fashion, dan stan handycraft.

Salah satu wisatawan mancanegara yang turut menyerbu stan kuliner Kota Kediri, Sheri (23) mengatakan bahwa sudah satu bulan pelesiran di Bali.

“Saya berkunjung ke stan Fair 10th World Water Forum di Kuta, Bali dan mampir ke stan kuliner Kota Kediri untuk membeli makaroni dan sambal pecel,” kata wisatawan dari Canada tersebut.

Ia mengaku suka dan cocok dengan rasa sambal kacang. Bahkan, ketika sampai di negara asalnya nanti, ia berencana melakukan pemesanan ulang sambal kacang dan memintanya untuk mengirimkan ke alamatnya di Canada.

“Saya suka sambal kacang Indonesia dan kebetulan saat ini persediaan sambal saya habis,” kata dia.

Baca juga: Pemkot Kediri adakan layanan foto gratis produk UMKM
Baca juga: Pemkab Kediri minta gerai khusus bagi UMKM di bandara
Baca juga: Pemkot Kediri fasilitasi produk UMKM masuk pasar ritel via kemitraan 

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2024

by admin admin No Comments

Anak Usia 10 Tahun di Cianjur Demam, Diinfus, Meninggal

Syarifah Lawati di Polres Cianjur, Rabu (22/5/2024). Dok: kumparan.
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green

kumparan Hadir di WhatsApp Channel

Anak 10 tahun asal Kampung Cieurih RT 03/03, Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia di Puskesmas Sindangbarang, pada 21 April 2024.

ADVERTISEMENT

Awalnya, korban demam lalu ibunya, Syarifah Lawati (44), membawa korban ke mantri setempat.

Setelah menangani korban, mantri lalu menyarankan Syarifah membawa korban ke puskesmas.

“Setibanya di puskesmas, anak saya langsung mendapatkan tindakan medis berupa infus. Sesaat kemudian, anak saya mengalami panas dan kejang. Lalu, perawat menyuntikkan cairan ke infus anak saya tanpa memberitahukan cairan apa,” kata Syarifah kepada kumparan di Polres Cianjur, Selasa (21/5).

Syarifah menyebutkan, anaknya itu sempat tenang beberapa saat, namun kemudian mengigau dan perawat puskesmas kembali menyuntikkan cairan melalui infus dan langsung tubuh korban membiru.

“Usai diberikan suntikan cairan yang dimasukkan ke infus, tubuh membiru, dan tidak lama anak saya dinyatakan meninggal,” kata Syarifah.

Lapor Polisi

Pada 4 Mei 2024, Syarifah melaporkan dugaan malapraktik di Puskesmas Sindangbarang—tempat anaknya ditangani.

ADVERTISEMENT

“Sekarang ini masih menunggu hasil kerja dari penyidik. Saya berharap kasus ini dapat terungkap dengan terang benderang,” kata Syarifah.

Kata Puskesmas

Kepala Puskesmas Sindangbarang, Nanang Priatna, membantah dugaan malapraktik tersebut. Menurutnya tindakan medis yang dilakukan perawat dan dokter sudah sesuai dengan SOP.

“Sudah sesuai SOP, baik sejak awal penanganan sampai tindakan medis. Makanya kami bingung kenapa jadi dugaan malapraktik,” ujar Nanang.

Polisi Sudah Periksa 7 Saksi

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, mengatakan pihaknya sudah menindaklanjuti laporan dugaan malapraktik tersebut.

“Sementara ada 7 saksi yang sudah diperiksa. Rencana ada beberapa saksi lagi yang kami akan mintai keterangan,” kata Tono.

Tono menyebut pihaknya akan melakukan ekshumasi. “Karena anak dari pelapor sudah dimakamkan kita akan lakukan ekshumasi,” katanya.

ADVERTISEMENT
by admin admin No Comments

Budi Arie Jawab Kekhawatiran Soal Keamanan Data Starlink

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menjawab keresahan dari para pakar maupun pengusaha operator seluler. Mereka diketahui mempertanyakan keamanan data pribadi pengguna, jika memakai layanan internet berbasis satelit, yakni Starlink

Budi menjelaskan pemerintah terus mendorong CEO SpaceX, Elon Musk untuk membangun Network Operation Center atau NOC di Indonesia. NOC merupakan tempat terpusat yang difungsikan untuk menjaga dan mengontrol seluruh kondisi jaringan. 

Ia berujar saat ini pemerintah terus mendorong Elon Musk untuk memenuhi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. “NOC-nya harus di Indonesia, sehingga pemerintah Indonesia punya tantangan melakukan langkah-langkah, bilamana mereka melanggar regulasi yang ada di Indonesia,” kata dia dikutip dari akun Instagram resminya, @budiariesetiadi, Selasa, 21 Mei 2024.

Menurut dia investasi di sektor teknologi informasi dan komunikasi itu akan terus dilanjutkan, demi memenuhi kebutuhan layanan internet masyarakat. Ia yakin, Starlink mampu menjawab isu soal ketersediaan internet di Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah, kata dia tetap menjaga kedaulatan negara. Oleh karena itu, pemenuhan kewajiban sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia akan terus menjadi materi diplomasi antara pemerintah dengan Elon Musk.

Scroll Untuk Melanjutkan

Pemerintah juga mendorong setiap perusahaan penyedia jasa internet untuk mematuhi setiap peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, khususnya yang berhubungan dengan kemanan data pengguna.

Starlink resmi diluncurkan di Bali pada Minggu, 19 Mei 2024. Tepatnya di Puskesmas Pembantu Bali yang memiliki keterbatasan akses internet. Pemasangan layanan itu juga ada di Kepulauan Aru, Maluku. Starlink akan difokuskan ke wilayah terpencil, terdepan, dan terdalam atau 3T. Mereka berharap bisnis telekomunikasi operator seluler tak perlu khawatir karena adanya persaingan.

Pilihan Editor: Fakta Menarik dari Starlink yang Sudah Uji Coba di Bali, Berikut Asal Elon Musk Beri Nama Itu