Staf Ahli V Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja, dalam acara jumpa pers dengan Danone Indonesia di sela-sela penyelenggaraan World Water Forum ke-10 mengatakan, akses terhadap air minum yang layak telah mencapai 91%, dengan akses air minum aman sebesar 11,8%.
Jakarta, CNBC Indonesia – Kolombia telah meluncurkan fase awal ekspedisi bawah air untuk menjelajahi kapal perang Spanyol yang tenggelam di Karibia lebih dari 300 tahun yang lalu dan diyakini berisi harta karun bernilai miliaran dolar.
Melansir, CNN, Kapal San Jose ditemukan pada tahun 2015 di perairan lepas pantai kota pelabuhan Cartegena oleh pemerintah Kolombia. San Jose sering disebut sebagai “cawan suci bangkai kapal”.
Kapal dengan 62 senjata dan tiga tiang ini adalah kapal utama dan terbesar armada Spanyol. Ia diyakini membawa emas, perak, zamrud, dan barang berharga lainnya dari tambang Potosi, Peru.
Konon kapal tersebut sedang melakukan perjalanan dari Panama ke Kolombia ketika tenggelam dengan 600 orang dilaporkan berada di dalamnya pada tanggal 8 Juni 1708, dalam pertempuran dengan kapal-kapal Inggris dalam Perang Suksesi Spanyol.
Tahap pertama ekspedisi ini akan fokus pada memotret kapal menggunakan sensor jarak jauh yang “non-intrusif”, menurut Institut Antropologi dan Sejarah Kolombia (ICANH), seraya menambahkan bahwa hasil ekspedisi awal dapat membuka jalan bagi eksplorasi selanjutnya, yang akan termasuk memulihkan bahan arkeologi dari kapal karam.
Gambar-gambar tersebut kemudian akan digunakan untuk menginventarisasi penemuan arkeologi di dasar laut.
ICANH juga telah mendeklarasikan situs penemuan tersebut sebagai “kawasan arkeologi yang dilindungi” secara nasional untuk “melestarikan nilai ilmiah dan arkeologisnya.”
Para peneliti mengatakan mereka juga berencana menggunakan kapal bawah air dengan teknologi penentuan posisi akustik, serta kendaraan operasi jarak jauh dengan berbagai sensor dan alat yang dapat turun ke kedalaman lokasi.
“Pemerintah ini melakukan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya… menjajaki tenggelamnya kapal tersebut sebagai kemungkinan untuk memahami sejarah dan budaya,” Menteri Kebudayaan Juan David Correa mengatakan pada konferensi pers di Cartagena pada hari Rabu, di mana ekspedisi tersebut juga diluncurkan.
Sengketa Miliaran Dolar
Penemuan kapal San José sangat penting bagi Kolombia karena kekayaan artefak budaya dan sejarah yang dimiliki kapal tersebut – dan petunjuk yang mungkin diberikan tentang iklim ekonomi, sosial, dan politik Eropa pada awal abad ke-18.
Namun hal ini juga memicu pertarungan hukum bernilai miliaran dolar. Kolombia menyatakan bahwa mereka pertama kali menemukan San Jose pada tahun 2015 dengan bantuan ilmuwan internasional.
Namun klaim mereka telah dibantah oleh perusahaan penyelamat laut yang berbasis di AS bernama Sea Search-Armada (SSA), yang sebelumnya dikenal sebagai Glocca Morra, yang berpendapat bahwa merekalah yang menemukan bangkai kapal tersebut pada awal tahun 1980an.
SSA telah melancarkan gugatan hukum melawan pemerintah Kolombia di Pengadilan Arbitrase Permanen, dengan mengklaim bahwa mereka berhak atas sekitar $10 miliar – setengah dari perkiraan nilai harta karun kapal karam tersebut.
Pemerintah Kolombia menyangkal klaim SSA. Hilangnya San José dan muatannya dikatakan telah menyebabkan kesulitan keuangan bagi para pedagang di seluruh Eropa dan Dunia Baru, menurut laporan yang dirilis oleh SSA.
TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi atau Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan saat ini Indonesia telah memulai penghiliran rumput laut. Ia menargetkan sembilan tahun lagi atau pada 2033 Indonesia mampu meraup keuntungan sebesar US$ 19 miliar dari ekspor rumput laut.
“Menurut saya di 2030 atau 2033 kita bisa ekspor dari sini (rumput laut) dan mendapat US$ 19 miliar,” katanya saat menghadiri acara Accelerating The Upstream-Downstream Integration of The Seaweed Industry di Bali, Rabu, 22 Mei 2024.
Adapun proyek penghiliran rumput laut yang sedang dikembangkan pemerintah berada di Nusa Tenggara Barat seluas 600 ribu hektare. Ia mengatakan, bahwa di lokasi percontohan ini nantinya siap ditanami rumput laut. “Belum lagi nanti kami hitung di tempat lain,” ujarnya.
Luhut optimistis penghiliran rumput laut ini bisa menyamai pencapaian pemerintah saat melakukan penghiliran pada nikel di 2014. Ia menyebut sebelum adanya penghiliran nikel, nilai ekspor produk alam itu hanya mencapai US$ 1,5 miliar per tahun. “Tahun lalu, ekspor (nikel) kita ada di kisaran US$34 miliar per tahun. Dan kami yakin ekosistem nikel di 2030, ekspornya bakal mencapai US$70 miliar. Rumput laut juga akan seperti nikel,” ujarnya.
Scroll Untuk Melanjutkan
Ia menilai, rumput laut merupakan masa depan untuk masyarakat Indonesia bahkan masa depan global. Karena itu, ia meminta agar panen rumput laut bisa lebih cepat dilakukan, dari yang awalnya membutuhkan 45 hari menjadi 30 hari.
Luhut mengungkapkan, salah satu upaya percepatan itu dapat dilakukan melalui sejumlah penelitian. Dengan percepatan itu, ucapnya, para nelayan bisa memanen rumput laut sepanjang tahun, sehingga kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan bisa terbuka. “Apalagi 62 persen rakyat kita tinggal di pesisir, di sana angka kemiskinan dan stunting cukup tinggi,” katanya. Oleh karena itu, kata Luhut, penghiliran rumput laut ini bisa dijadikan peluang untuk mengurangi kemiskinan.
Saat ini, proyek penghiliran rumput laut sedang dibahas untuk jadi salah satu proyek strategis nasional. Alasannya karena budi daya rumput laut ini bisa membuka lapangan pekerjaan. “Kalau ini kita buat 1,2 juta hektare secara bertahap, kita bisa mempekerjakan langsung hampir 1 juta orang,” ucapnya.
Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo meminta agar Perum Bulog bisa bertransformasi ke bisnis komersial terkait penyediaan pangan, yang mampu bersaing di dalam negeri maupun di level global secara umum.
“Kita ingin Bulog bertransformasi juga menuju perusahaan yang semakin komersial juga. Kita ingin bisnis komersial Bulog di supply chain dalam food ecosystem bisa semakin baik dan bisa bersaing dengan pemain-pemain global yang serupa di Indonesia maupun di luar negeri,” kata Wamen BUMN dalam Peluncuran Transformasi Bulog di momen Malam Puncak Peringatan HUT ke-57 Perum Bulog di Jakarta, Rabu (22/5) malam.
Menurut pria yang akrab disapa Tiko ini, Bulog yang merupakan satu pilar stabilitas harga dan stok pangan di dalam negeri, juga harus bisa mengikuti perkembangan zaman dan bertransformasi di sisi komersial sehingga mampu bersaing di dalam negeri dan secara global.
“Kita ingin melihat Bulog berubah menjadi Bulog yang baru, modern yang menghadapi masa depan dengan optimisme, dan kita ingin 10 tahun ke depan Bulog bisa menjadi pemain pangan berkelas dunia,” ucap Tiko.
Bagi Wamen BUMN, Bulog juga merupakan agen pembangunan di bidang pertanian dan pangan yang mempunyai tugas besar untuk memakmurkan konsumen maupun produsen.
Untuk itu, Tiko mendukung sepenuhnya transformasi logo baru Perum Bulog. Namun dia menekankan agar transformasi benar-benar berjalan secara button up, mulai dari kompetensi, business process, risk management, financial management, sampai dengan budaya, serta talentmanagement yang harus diperbaiki secara menyeluruh.
Dia juga mengingatkan agar perkembangan logo Bulog bisa meningkatkan kepercayaan atas kehadiran Bulog, menempatkan posisi sebagai food supply chain Indonesia, dan meningkatkan budaya layanan baik kepada masyarakat, petani maupun konsumen.
Dia juga berharap ke depan aspek penugasan pemerintah melalui Bapanas kepada Bulog semakin baik, semakin efisien, semakin handal dan semakin mengayomi masyarakat dengan baik.
“Kita ingin bahwa semangat perubahan logo Bulog dan semangat Ulang Tahun Bulog ke-57 ini menjadi katalis buat kita semua khususnya buat teman-teman, rekan-rekan millennial di Bulog untuk bersama-sama mentransformasi Bulog menjadi perusahaan yang modern dan sesuai zaman ke depan,” kata Tiko.
Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi memberi sambutan dalam Peluncuran Transformasi Logo Bulog di momen Malam Puncak Peringatan HUT ke-57 Perum Bulog di Jakarta, Rabu (22/5/2024). ANTARA/Harianto
Di tempat yang sama, Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan dengan adanya transformasi logo baru, akan terus memperkuat salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut dalam menjalankan tugasnya sebagai rantai pasok pangan di seluruh pelosok Tanah Air.
“Rakyat Indonesia mengharap banyak kepada Bulog, negara berharap pada Bulog, dan oleh sebab itu Bulog menjawabnya dengan kita siap bertransformasi, Bulog siap,” kata Bayu.
Bayu mengungkapkan bahwa Bulog berkomitmen akan terus menjadi perusahaan milik negara yang terkemuka di bidang rantai pasok pangan dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat sesuai dengan kepercayaan yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
Dia juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang terus mendukung Bulog sehingga bisa menjalankan tugasnya dengan baik, mulai dari Presiden Joko Widodo hingga Kementerian BUMN.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan pada 2025, 1,8 miliar orang akan tinggal di negara atau wilayah dengan kekurangan air mutlak. Dampak lainnya menurut Bank Dunia, kelangkaan air bisa mengurangi produk domestik bruto (PDB) global hingga 2,5 persen pada 2045 akibat kerugian terkait air dalam sektor pertanian, kesehatan, pendapatan, dan kemakmuran.