by admin admin No Comments

OJK: Realisasi KUR Pertanian Capai Rp 42,17 T pada Juli 2021

TEMPO.CO, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mengatakan realisasi Kredit Usaha Rakyat atau KUR sektor pertanian mencapai Rp 42,17 triliun mencakup 1,32 juta debitur pada Juli 2021. Nilai itu sudah 50 persen lebih dari target pemerintah yang sebesar Rp 70 triliun di keseluruhan 2021.

ADVERTISEMENT

Adapun hingga kuartal I 2021 sektor pertanian tumbuh 2,95 persen (yoy) sehingga mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang minus 0,74 persen (yoy). Kredit sektor pertanian, perburuan dan kehutanan pada kuartal II 2021, yang menyerap porsi 7,16 persen dari total kredit perbankan nasional, tumbuh 5,74 persen (yoy) atau 1,52 persen (mom). Adapun NPL sektor ini relatif rendah, yakni 2,08 persen, di bawah rata-rata NPL secara industri yang 3,35 persen.

Wimboh mengatakan OJK mendukung penuh upaya kolaboratif pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga dalam penyaluran dan pemanfaatan KUR sektor Pertanian. Apalagi, kata dia, sektor pertanian mempunyai daya ungkit yang tinggi dalam ekosistem dari hulu ke hilir di dalam ikatan rantai nilai, baik dalam penyerapan tenaga kerja maupun peningkatan ekspor.

“Percepatan dan perluasan akses pembiayaan bukan satu-satunya masalah dalam penyaluran KUR sektor pertanian, namun pada penilaian kelayakan usaha yang dinilai secara komprehensif dalam ekosistem,” ujar dia.

Penilaian yang komprehensif itu, kata dia, supaya dapat memitigasi risiko, baik secara individu maupun kelompok sehingga menghasilkan nilai ekonomi dalam ekosistem tersebut. Wimboh menilai saat ini ruang pasar ekspor hasil pertanian sangat besar untuk dioptimalkan.

Untuk meningkatkan akses pembiayaan perbankan kepada para petani, OJK mengupayakan agar diperbanyak pembentukan klaster pertanian dengan menciptakan ekosistem di kalangan petani yang mempermudah proses pengajuan, pencairan dan penjaminan kredit, bahkan sampai pemasaran produk pertanian.

Baca Juga: Airlangga: Penyaluran KUR 2021 Telah Mendekati Pola Normal Pra-Covid


Lihat Juga


by admin admin No Comments

Ini 2 sebab RPJMD Riau diubah

ANTARA – Perubahan atas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Riau 2019-2024 telah diputuskan dalam Forum Konsultasi Publik Forum Komunikasi Pimpinan  Daerah Riau, Senin (26/7).  Gubernur Riau Syamsuar menyebutkan, terdapat dua hal yang mendasari perlunya dilakukan perubahan RPJMD tersebut. (Erfan Setiawan/Fahrul Marwansyah/Nusantara Mulkan)

by admin admin No Comments

Ini Trik Singapura Agar Bisa Berdamai dengan Corona!

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Singapura menyebut akan melakukan tinjauan terhadap protokol Covid-19 pada Agustus mendatang. Dalam tinjauan itu, salah satu kemungkinan adalah melonggarkan pembatasan-pembatasan protokol virus corona

Dikutip Straits Times, ada beberapa hal yang dipertimbangkan dalam tinjauan ini seperti angka vaksinasi, pengendalian virus, dan angka rawat inap akibat infeksi.

“Tetapi setiap pembatasan yang dilonggarkan hanya akan diperluas untuk individu yang divaksinasi, yang jauh lebih terlindungi dari efek virus,” kata Menteri Keuangan Lawrence Wong mengatakan pada hari Senin (26/7/2021).


“Artinya, jika ingin menghadiri acara besar atau ibadah yang melibatkan lebih dari 100 orang, harus divaksinasi lengkap,” katanya kepada DPR dalam pernyataan menteri yang memberikan gambaran tentang langkah negara selanjutnya.

“Jika ingin makan di restoran atau berolahraga di gym, Anda harus divaksinasi lengkap.”.

Wong mengatakan Singapura dapat lebih melonggarkan pembatasan sekitar bulan September. Perkiraan ini dibuat berdasarkan asumsi bahwa sekitar 80% populasi telah mendapatkan dua dosis penuh vaksin di tersebut.

“Harapannya adalah pada awal September, sekitar 80% manula berusia 70 tahun ke atas akan divaksinasi penuh,” tambah Wong, yang mengepalai satuan tugas multi-kementerian menangani Covid-19.

Namun, saat ini pihaknya mengaku sedang mengupayakan agar proses vaksinasi dapat lebih dipercepat, terutama bagi kelompok lansia.

Dalam kesempatan yang sama, Wong juga menyebut bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi dengan negara-negara yang telah mengelola Covid-19 dengan baik untuk kemungkinan travel corridor terbaru.

“Kita akan mulai dengan membangun koridor perjalanan dengan negara atau wilayah yang telah mengelola Covid-19 dengan baik, dan di mana infeksinya juga terkendali,” katanya.

Lebih lanjut, Wong juga mulai memaparkan mengenai roadmap pengendalian Covid-19. Dalam roadmap itu, disebutkan bahwa mereka akan fokus melaporkan kasus parah Covid-19 saja.

“Tetapi pada tahap itu … fokus utama kami tidak lagi pada jumlah kasus harian, karena sebagian besar pada saat itu telah divaksinasi, dan bahkan jika mereka terkena virus, mereka cenderung tidak sakit parah,” tambahnya Wong.

“Sebaliknya, fokus kami adalah pada jumlah orang terinfeksi yang jauh lebih kecil yang membutuhkan oksigen tambahan atau membutuhkan perawatan intensif.”

Singapura sendiri saat ini sedang kembali ke fase dua pembatasan Covid-19. Wong menjelaskan hal ini karena infeksi Covid-19 kembali meningkat tajam dan mereka sedang menghambat penularan virus itu agar tidak menulari lansia.

“Aturan yang lebih ketat yang mengurangi aktivitas membantu memperlambat penularan dan memberi negara waktu untuk mendorong tingkat vaksinasi lebih lanjut, melindungi manula,” katanya.

Otoritas Singapura pekan lalu menemukan beberapa kluster yang menyebabkan peningkatan signifikan ini. Kluster yang paling besar adalah yang terkait dengan sebuah pasar ikan, yang mencatatkan hingga diatas 300 kasus. Selain itu sebuah kluster lounge karaoke juga turut menyumbang sekitar 100 kasus.

Singapura merupakan salah satu negara yang cukup berhasil mengendalikan pandemi Covid-19. Sejak pandemi melanda, Singapura mencatatkan 64.314 kasus Covid-19, dengan 37 kematian.

[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)

by admin admin No Comments

Menko Airlangga Hartarto: Penyaluran KUR Sudah Capai Rp143 Triliun

Suara.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus menunjukan perbaikan bahkan saat ini sudah hampir mendekati kondisi sebelum pandemi Covid-19.

Dari catatan yang ia miliki realisasi KUR dari Januari sampai 25 Juni 2021 sudah mencapai Rp143,14 triliun atau setara 56,58 persen dari total pagu 2021 yang sebesar Rp253 triliun.

“Penyaluran KUR hingga 25 Juni 2021 sudah mencapai Rp143,14 triliun atau sudah mencapai 56,58 persen,” ungkap Airlangga dalam konfrensi pers virtual usai rapat terbatas, Senin (26/7/2021).

Lebih lanjut Airlangga menjelaskan penyaluran tersebut diberikan kepada bahwa 3,87 juta debitur dengan outstanding Rp283 triliun dan rasio kredit macet atau NPL sebesar 0,88 persen.

Baca Juga: Keluarga Sultan Beneran! Warga Ini Sumbang Rp 2 Triliun untuk Penanganan Pandemi Covid-19

Yang lebih membahagiakan adalah soal penyaluran KUR bagi usaha produktif seperti pertanian yang telah mencapai Rp42 triliun. Angka tersebut telah lebih dari 50 persen target  KUR pertanian sebesar Rp70 triliun.

“Penyalurannya sudah Rp 42,7 triliun dan KUR pertanian dari tahun ke tahun meningkat dan di tahun 2020 ke 2021 meningkat 29,8 persen,” ujarnya.

Pemerintah mendorong penyaluran KUR tersebut berdasarkan klaster. Berdasarkan data yang ada, pengguna KUR terbesar merupakan sektor perkebunan kelapa sawit dengan realisasi Rp 9,5 triliun.

Selain itu, sektor pertanian padi telah terealisasi KUR sebesar Rp7,8 triliun. Sementara tanaman lainnya sebesar Rp 5,5 triliun, hortikultura Rp5,2 triliun, budidaya sapi Rp3,9 triliun, budidaya domba dan kambing Rp3,5 triliun, pertanian palawija Rp2,7 triliun, mix farming Rp2,6 triliun, dan usaha pembibitan Rp1,1 triliun.

Airlangga menyebut peningkatan KUR pertanian menunjukkan pulihnya perekonomian. Selain itu, adanya subsidi bunga KUR juga meningkatkan penyaluran.

Baca Juga: Aplikasi PeduliLindungi Dimanfaatkan untuk Pelacakan Digital Kasus Covid-19

“Peningkatan KUR tersebut karena perekonomian mulai pulih dan tingkat suku bunga yang rendah,” pungkasnya.